<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Hikmah &#187; gema</title>
	<atom:link href="http://ceritahikmah.wa2n.web.id/tag/gema/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id</link>
	<description>Just another wa2n.web.id weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2008 10:43:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>pantulan kehidupan</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/pantulan-kehidupan/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/pantulan-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[berbuat baik]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[gema]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Seorang       bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya.       Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. &#8220;Aduhh!&#8221; jeritannya memecah
keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar       suara di kejauhan menirukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt"><span style="color: #000080">Seorang       bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya.       Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. &#8220;<em>Aduhh!&#8221;</em> jeritannya memecah<br />
keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar       suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, &#8220;<em>Aduhh!&#8221;.</em> Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, &#8220;<em>Hei! Siapa kau?&#8221;</em> Jawaban yang terdengar, &#8220;<em>Hei! Siapa kau?&#8221;</em> Lantaran kesal       mengetahui       suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, &#8220;<em>Pengecut kamu!&#8221;</em> </span></span></p>
<p><span id="more-29"></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt"><span style="color: #000080">Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan       serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, &#8220;<em>Apa       yang terjadi?&#8221;</em> Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, &#8220;<em>Anakku,       coba perhatikan.&#8221;</em> Lelaki itu berkata keras, &#8220;<em>Saya kagum       padamu!&#8221;</em> Suara di kejauhan menjawab, <em>Saya kagum padamu!&#8221;</em> Sekali lagi sang ayah berteriak &#8220;<em>Kamu sang juara</em>!&#8221; Suara       itu menjawab, &#8220;<em>Kamu sang juara!&#8221;</em> Sang bocah sangat       keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah       menjelaskan, &#8220;Suara itu adalah <em>gema</em>, tapi sesungguhnya itulah <em>kehidupan.&#8221;</em></span></span></p>
<p><em>Ibrah : &#8221; <span style="color: #000080">Kehidupan memberi umpan balik atas semua       ucapan dan tindakan kita. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas       tindakan kita. Bila kita ingin mendapatkan lebih banyak kebaikan di dunia       ini, maka berbuat baiklah kita kepada sesama. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kita berikan kepadanya, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah       bayangan diri kita sendiri.&#8221;<br />
</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/pantulan-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
