<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Hikmah</title>
	<atom:link href="http://ceritahikmah.wa2n.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id</link>
	<description>Just another wa2n.web.id weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2008 10:43:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>sebab turunnya rizki&#8230;</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/11/sebab-turunnya-rizki/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/11/sebab-turunnya-rizki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 10:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[ensiklopedi muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[fii sabilillah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[infak]]></category>
		<category><![CDATA[istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[rejeki]]></category>
		<category><![CDATA[rizki]]></category>
		<category><![CDATA[sebab turunnya rizki]]></category>
		<category><![CDATA[silaturrahim]]></category>
		<category><![CDATA[takwa]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>
		<category><![CDATA[tawakal]]></category>
		<category><![CDATA[umroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, sehingga tak jarang banyak yang mengambil jalan pintas dengan segala cara. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, sehingga tak jarang banyak yang mengambil jalan pintas dengan segala cara. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggalkan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.</p>
<p>Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba- Nya sebab sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.</p>
<p>Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--></span><span id="more-59"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<strong>1. Takwa Kepada Allah</strong><br />
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;<em>Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan<br />
baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada<br />
disangka-sangkanya. &#8221; (At Thalaq 2-3</em>)</p>
<p>Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga yang datangnya dari arah yang tidak disangka-sangka.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Allah swt juga berfirman, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa,<br />
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,<br />
tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka<br />
disebabkan perbuatannya. &#8221; (QS. 7:96)<br />
</span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">2. Istighfar dan Taubat<br />
</span></strong><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Termasuk sebab yang mendatangkan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh as., artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Maka aku katakan kepada mereka:&#8221;Mohonlah ampun kepada Rabbmu,<br />
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun&#8221; niscaya Dia akan mengirimkan hujan<br />
kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan<br />
mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu<br />
sungai-sungai. &#8221; (QS. 71:10-12)</span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Ada</span><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Ada</span><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> lagi yang mengatakan, &#8220;Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!&#8221; Maka beliau menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Maka orang-orang pun bertanya, &#8220;Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar. &#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Beliau lalu menjawab, &#8220;Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)</p>
<p>Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">3. Tawakal Kepada Allah</span></strong><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
Allah swt berfirman, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. &#8221; (QS. 65:3)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Nabi saw telah bersabda, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.&#8221; (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)<br />
</span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Maka hakikat tawakal merupakan bentuk penyerahan diri atas seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<strong>4</strong>. <strong>Silaturrahim</strong><br />
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya:<br />
<em>&#8221; Dari Abu Hurairah ra berkata, &#8220;Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &#8220;Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim. &#8221; (HR Al Bukhari)</em><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Sabda Nabi saw, artinya:<br />
<em>&#8220;Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &#8221; Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.&#8221; (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.</p>
<p><strong>5. Infaq fi Sabilillah</strong><br />
Allah swt berfirman, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. &#8221; (QS. 34:39)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Ibnu Katsir berkata, &#8220;Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.&#8221;<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Juga firman Allah yang lain,artinya:</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.&#8221; (QS. 2:267-268)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda: </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">“Allah swt berfirman</span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">, &#8220;<em>Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.&#8221; (HR Muslim)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<strong>6. <span>Menyambung Haji dengan Umrah</span><br />
</strong>Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas&#8217;ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan<br />
menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat<br />
dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya<br />
kecuali surga.&#8221; (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<strong>7. <span>Berbuat Baik kepada Orang Lemah</span><br />
</strong>Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena</span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> orang-orang lemah diantara kalian.&#8221; (HR. al-Bukhari) </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Dhu&#8217;afa&#8217; (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>8. <span>Serius di dalam Beribadah</span><br />
</strong>Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, artinya:<br />
&#8220;Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhl ah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu. &#8221;<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu&#8217; hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.</p>
<p>Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat disampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin. Wallahu’alam…</p>
<p><em>.:: Sumber: Kutaib &#8220;Al Asbab al Jalibah lir Rizqi&#8221;, al-qism al-ilmi Darul Wathan ::.</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/11/sebab-turunnya-rizki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ambil resiko sekarang!!</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/ambil-resiko-sekarang/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/ambil-resiko-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 09:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[rusa]]></category>
		<category><![CDATA[singa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Setiap pagi, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada singa. Kalau tidak, ia akan dimakan singa.
Setiap pagi, seekor singa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada rusa. Kalau tidak, ia akan mati kelaparan.
Tidak menjadi soal apakah anda seekor singa ataukah seekor rusa. Begitu matahari terbit, sebaiknya anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap pagi, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada singa. Kalau tidak, ia akan dimakan singa.</p>
<p>Setiap pagi, seekor singa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada rusa. Kalau tidak, ia akan mati kelaparan.</p>
<p><span id="more-52"></span>Tidak menjadi soal apakah anda seekor singa ataukah seekor rusa. Begitu matahari terbit, sebaiknya anda berlari!</p>
<p>Jangan lewatkan waktu sedetik pun, cepatlah berlari menjemput impian anda!  Berusaha adalah mengambil resiko. Tapi resiko harus dihadapi karena bahaya terbesar dalam hidup ini adalah tidak mengambil resiko sama sekali.</p>
<p>Orang yang tidak berani menghadapi resiko, tidak akan melakukan apa-apa, tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Mereka mungkin saja menghindari penderitaan dan kesengsaraan. Tapi mereka tidak bisa belajar, merasakan, mengubah, tumbuh, mencintai atau hidup.</p>
<p>Dalam keadaan terikat oleh kepastian, mereka telah mengekang kebebasan mereka sendiri. Hanya orang yang berani mengambil resiko adalah orang yang bebas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/ambil-resiko-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kenapa harus berhenti sekarang?..</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/kenapa-harus-berhenti-sekarang/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/kenapa-harus-berhenti-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 08:40:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bill gates]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kentucky fried chicken]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Dua orang mahasiswa drop out memulai sebuah perusahaan software kecil-kecilan yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi besar. Kini Bill Gates dan Tim Allen merupakan sosok besar di dunia software dengan hanya ijazah SMA.

Seorang veteran perang berusia 65 tahun mempunyai gagasan menjual resep ayam goreng miliknya ke restoran-restoran. Banyak orang menertawakan dan menolak gagasannya. Berapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua orang mahasiswa drop out memulai sebuah perusahaan software kecil-kecilan yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi besar. Kini Bill Gates dan Tim Allen merupakan sosok besar di dunia software dengan hanya ijazah SMA.<br />
<span id="more-47"></span><br />
Seorang veteran perang berusia 65 tahun mempunyai gagasan menjual resep ayam goreng miliknya ke restoran-restoran. Banyak orang menertawakan dan menolak gagasannya. Berapa kali ia ditolak? 1.009 kali dalam 2 tahun!! Jika ia berhenti pada penolakan yang ke-1.000, mungkin kita tak akan mengenal nama Kolonel Sanders dan Kentucky Fried Chicken.</p>
<p>Memang sebenarnya tidak ada orang yang gagal. Bahkan Soichiro Honda berkata, &#8220;Apa yang orang lihat dari kesuksesan saya cuma 1%, tapi 99% yang tidak terlihat adalah kegagalan saya.&#8221; Yang ada hanyalah orang yang menyerah dan berhenti sebelum mencapai sukses.</p>
<p>Semoga sukses &amp; tetap semangat!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/kenapa-harus-berhenti-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>usaha kehidupan&#8230;</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/42/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/42/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 17:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[jangan menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[keledai]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke       dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang       harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan       sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna
menolong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText"><span style="color: #000080">Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke       dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang       harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan       sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna<br />
menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka       membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span id="more-42"></span><span style="color: #000080">Ketika si keledai       menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia       menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si       petani       melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.Walaupun punggungnya       terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan       sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah       yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani       terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan<br />
itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian       melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian       melarikan diri.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><em>Ibrah : &#8220;<span style="color: #000080"> Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala       macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari &#8220;sumur&#8221;       (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan       kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari       &#8220;sumur&#8221; dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="color: #000080"><em>Setiap masalah-masalah       kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari       &#8220;sumur&#8221; yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah       menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah       naik. Wallahu alam&#8221;</em><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/42/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dimulai dari sekarang&#8230;</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/dimulai-dari-sekarang/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/dimulai-dari-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 17:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[dimulai dari sekarang]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda merencanakan sesuatu, sesuatu yang akan merubah hidup anda di masa depan saat ini mungkin anda baru sedang berpikir, &#8220;kapan mulainya?, Mulai dari mana?&#8221;
Mungkin ada sesuatu yang selalu anda inginkan atau kerjakan? Sebuah hasrat untuk mengerjakan sesuatu yang anda cita-citakan. Kapan mulainya? Mengapa anda tidak coba mengerjakannya hari ini?

Hari ini adalah waktu yang paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda merencanakan sesuatu, sesuatu yang akan merubah hidup anda di masa depan saat ini mungkin anda baru sedang berpikir, &#8220;<em>kapan mulainya?, Mulai dari mana?</em>&#8221;</p>
<p>Mungkin ada sesuatu yang selalu anda inginkan atau kerjakan? Sebuah hasrat untuk mengerjakan sesuatu yang anda cita-citakan. Kapan mulainya? Mengapa anda tidak coba mengerjakannya hari ini?</p>
<p><span id="more-38"></span></p>
<p>Hari ini adalah waktu yang paling sempurna untuk memulainya. Dari semua hari yang tersisa di sepanjang hidup anda, tidak ada waktu yang lebih tepat daripada hari ini.</p>
<p>Mau mulai kalau persiapannya sudah sempurna? Waa… bakalan nggak mulai-mulai deh. Mulai saja dari apapun yang anda anggap tidak sempurna. Perbaiki satu demi satu sepanjang jalan dan apa yang anda inginkan akan terwujud. Sebuah masterpiece atau karya besar tidak tercipta dengan sekali jalan.</p>
<p>Memulai sesuatu itu sangat mudah. Semuanya ada di dalam jangkauan anda, termasuk hari ini. Jadi tunggu apalagi? Yang paling penting adalah mulai sekarang juga karena andalah pemilik hari ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/dimulai-dari-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>batu kecil&#8230;</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/batu-kecil/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/batu-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 17:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[karunia]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Seorang       pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.       Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya       yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya    [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt"><span style="color: #000080">Seorang       pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.       Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya       yang ada di bawahnya.<br />
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya       karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja,       sehingga usahanya sia-sia saja. </span> </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt"><span style="color: #000080">Oleh       karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba       melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja,       mengambil uang itu<br />
lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua       pun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil       batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai       kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas?       Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.</span></span></p>
<p><em>Hikmah : &#8221; Terkadang Allah ingin menguji kita dengan cobaan yang ringan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya, bisa jadi limpahan harta juga termasuk cobaan untuk kita. Seringkali Allah melimpahkan segala rahmat, nikmat, dan karunia yang sangat banyak kepada kita namun itu tidak cukup membuat kita menengadah kepada-Nya sehingga kita harus dilempar dengan &#8216;batu kecil&#8217; agar kita selalu tetap di jalan-Nya. Wallahu alam&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/batu-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pantulan kehidupan</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/pantulan-kehidupan/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/pantulan-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[berbuat baik]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[gema]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Seorang       bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya.       Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. &#8220;Aduhh!&#8221; jeritannya memecah
keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar       suara di kejauhan menirukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt"><span style="color: #000080">Seorang       bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya.       Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. &#8220;<em>Aduhh!&#8221;</em> jeritannya memecah<br />
keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar       suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, &#8220;<em>Aduhh!&#8221;.</em> Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, &#8220;<em>Hei! Siapa kau?&#8221;</em> Jawaban yang terdengar, &#8220;<em>Hei! Siapa kau?&#8221;</em> Lantaran kesal       mengetahui       suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, &#8220;<em>Pengecut kamu!&#8221;</em> </span></span></p>
<p><span id="more-29"></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt"><span style="color: #000080">Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan       serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, &#8220;<em>Apa       yang terjadi?&#8221;</em> Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, &#8220;<em>Anakku,       coba perhatikan.&#8221;</em> Lelaki itu berkata keras, &#8220;<em>Saya kagum       padamu!&#8221;</em> Suara di kejauhan menjawab, <em>Saya kagum padamu!&#8221;</em> Sekali lagi sang ayah berteriak &#8220;<em>Kamu sang juara</em>!&#8221; Suara       itu menjawab, &#8220;<em>Kamu sang juara!&#8221;</em> Sang bocah sangat       keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah       menjelaskan, &#8220;Suara itu adalah <em>gema</em>, tapi sesungguhnya itulah <em>kehidupan.&#8221;</em></span></span></p>
<p><em>Ibrah : &#8221; <span style="color: #000080">Kehidupan memberi umpan balik atas semua       ucapan dan tindakan kita. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas       tindakan kita. Bila kita ingin mendapatkan lebih banyak kebaikan di dunia       ini, maka berbuat baiklah kita kepada sesama. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kita berikan kepadanya, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah       bayangan diri kita sendiri.&#8221;<br />
</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/pantulan-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>istriku sayang&#8230;</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/istriku-sayang/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/istriku-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 13:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[istriku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.
&#8220;Ummi&#8230; Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.</p>
<p>&#8220;Ummi&#8230; Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!&#8221; Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.</p>
<p>&#8220;Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? Ucap isteriku kalem.</p>
<p>&#8220;Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!&#8221; Jawabku masih dengan nada tinggi.</p>
<p>Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.<br />
<span id="more-21"></span><br />
.::.<br />
Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Namun apa yang terjadi? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.</p>
<p>&#8220;Ummi&#8230; Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?&#8221; ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. &#8220;Ummi&#8230; isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?&#8221;</p>
<p>Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. &#8220;Ah&#8230;wanita gampang sekali untuk menangis,&#8221; batinku. &#8220;Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihah? Isteri shalihah itu tidak cengeng,&#8221; bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.</p>
<p>&#8220;Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,&#8221; ucap isteriku diselingi isak tangis. &#8220;Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda&#8230;&#8221; Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.</p>
<p>Hamil muda?!?! Subhanallah … Alhamdulillah…</p>
<p>.::.</p>
<p>Bi&#8230;, siang nanti antar Ummi ngaji ya&#8230;?&#8221; pinta isteriku. &#8220;Aduh, Mi&#8230; Abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?&#8221; ucapku.<br />
&#8220;Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,&#8221; jawab isteriku.<br />
&#8220;Lho, kok bilang gitu&#8230;?&#8221; selaku.<br />
&#8220;Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,&#8221; ucap isteriku lagi.</p>
<p>&#8220;Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,&#8221; jawabku ringan.</p>
<p>.::.</p>
<p>Pertemuan dengan mitra usahaku hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. &#8220;Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,&#8221; aku membathin.</p>
<p>Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Dug! Hati ini menjadi luruh. &#8220;Oh&#8230;.bukankah ini sandal jepit isteriku?&#8221; tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.</p>
<p>&#8220;Maafkan aku Maryam,&#8221; pinta hatiku.</p>
<p>&#8220;Krek&#8230;,&#8221; suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. &#8220;Ini dia mujahidah (*) ku!&#8221; pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.</p>
<p>Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: &#8220;Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.&#8221;</p>
<p>Sedang aku? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!</p>
<p>&#8220;Maryam&#8230;!&#8221; panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia.</p>
<p>&#8220;Abi&#8230;!&#8221; bisiknya pelan dan girang. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini.<br />
&#8220;Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?&#8221; sesal hatiku.</p>
<p>.::.</p>
<p>Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. &#8220;Alhamdulillah, jazakallahu&#8230;,&#8221; ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.</p>
<p>Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan &#8216;iffah (***) sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku?</p>
<p><em>(Oleh : Yulia Abdullah)</em></p>
<p><em>Keterangan<br />
</em> (*) mujahidah : wanita yang sedang berjihad<br />
(**) zuhud : membatasi kebutuhan hidup secukupnya walau mampu lebih dari itu<br />
(***) ‘iffah : mampu menahan diri dari rasa malu</p>
<p><em>Ibrah : &#8221; setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, namun kesemuanya akan menjadi sinergy jika kita bisa saling memahami dan ikhlas menerima segala kelebihan dan kekurangan itu. Akan menjadi mudah jika kita selalu menghitung kelebihan pasangan kita lebih banyak daripada kekurangannya, maka insya Allah yang tergambar pada hati kita bahwa suami atau istri kita adalah anugerah yang terindah yang sudah Allah pilihkan untuk kita untuk menyempurnakan separuh agama, wallahualam&#8230;&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/istriku-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AQIDAH ISLAMIYAH</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/27/aqidah-islamiyah/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/27/aqidah-islamiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 09:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[ensiklopedi muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[asma' wa sifat]]></category>
		<category><![CDATA[iman kepada Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Rububiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Uluhiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Wikipedia.org, Aqidah berasal dari bahasa Arab, artinya ikatan, secara terminologis berarti kepercayaan. Aqidah merupakan dasar atau pondasi ikatan dalam hati kita tentang keimanan yang tertinggi kepada Allah swt.

IMAN KEPADA ALLAH

Rububiyah, artinya beriman      kepada Allah sebagai Rab (Pencipta, Penguasa, dan Pengatur segala      makhluknya).
Uluhiyah, artinya beriman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Menurut Wikipedia.org, <em>Aqidah</em> berasal dari bahasa Arab, artinya ikatan, secara terminologis berarti kepercayaan. <em>Aqidah</em> merupakan dasar atau pondasi ikatan dalam hati kita tentang keimanan yang tertinggi kepada Allah swt.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong>IMAN KEPADA ALLAH</strong></p>
<ol style="margin-top: 0cm" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em>Rububiyah</em></strong>, artinya beriman      kepada Allah sebagai Rab (Pencipta, Penguasa, dan Pengatur segala      makhluknya).</li>
<li class="MsoNormal"><strong><em>Uluhiyah</em></strong>, artinya beriman      kepada Allah sebagai Ilaah (Sembahan) Yang Satu, sedangkan seembahan      selain Allah adalah sesat.</li>
<li class="MsoNormal"><strong><em>Asma’ wa Sifat</em></strong>, artinya beriman      bahwa Allah memiliki nama-nama yang maha indah serta sifat-sifat yang maha      sempurna.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-11"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Dengan demikian, beriman kepada Allah tidak lepas dari keimanan kita pada keesaan Allah yang satu, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam satu kesatuan keimanan <em>Rububiyah</em>, <em>Uluhiyah</em>, dan <em>asma’ wa sifat</em>-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Firman Allah swt,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em>“(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Adakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah)?”</em> (Maryam : 65)</p>
<p><em>bersambung&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/27/aqidah-islamiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WANITA-WANITA</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/26/wanita-wanita/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/26/wanita-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 12:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[ensiklopedi muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[kedudukan wanita muslim]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[wanita muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya segala puji adalah bagi Allah yang hanya kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Sepatutnyalah kita senantiasa berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu dan dari keburukan amal-amal kita. Siapa saja yang memperoleh petunjuk Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan siapa saja yang tersesat dari jalan Allah, maka tidak seorang pun yang dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Sesungguhnya segala puji adalah bagi Allah yang hanya kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Sepatutnyalah kita senantiasa berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu dan dari keburukan amal-amal kita. Siapa saja yang memperoleh petunjuk Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan siapa saja yang tersesat dari jalan Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menunjukkannya kecuali hanya karena kehendak Allah ta’ala.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu adalah hamba serta utusan-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">‘<em>Wahai orang-orang yang beriman,<span> </span>bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaaan beragama Islam</em>.” (Ali imran: 102)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">WANITA DALAM PANDANGAN UMAT SEBELUM MUHAMMAD</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Bangsa-bangsa yang besar, diantaranya Yunani, Romawi, Cina, Hindi,  Persia, Yahudi, dan bangsa-bangsa besar lainnya menganggap rendah terhadap wanita. Di mata mereka, wanita sangat dilecehkan dan diejek. Bagi mereka, wanita sama rendahnya dengan barang dagangan, wanita boleh dirampas haknya, dan mereka menganggap kaum wanita sebagai kotoran. Begitulah nasib wanita pada masa itu, begitu sengsara dan memprihatinkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Anda dapat menemukan bukti-bukti sejarah di masa lalu bahwa di mata bangsa-bangsa besar yang mengklaim dirinya sebagai pelopor peradaban Barat menganggap bahwa wanita tak ubahnya kotoran, najis, seperti binatang. Mereka melecehkan dan memandang rendah kaum wanita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Lain halnya dengan keadaan wanita di dalam Islam. Seseorang yang hidup bergaul bersama kaum Muslimin dan mengenal Islam dengan benar, maka dia akan melihat bahwa wanita Muslim di tengah-tengah masyarakat Islam menempati kedudukan yang tinggi dan terhormat, kedudukan yang dapat menjaga martabat, kemanusiaan dan kesuciannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Islam datang untuk melepaskan wanita dari belenggu kenistaan dan perbudakan terhadap sesama manusia. Islam memandang wanita sebagai makhluk yang mulia dan terhormat sama seperti laki-laki. Di dalam Islam, haram hukumnya berbuat aniaya dan memperbudak wanita. Dan Allah akan mengancam orang yang beranii melakukan perbuatan itu dengan ancaman siksa yang sangat pedih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">“<em>Wahai manusia, sesunggunya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamuu saling mengenal.</em>” (Al. Hujurat : 13)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Islam menganggap wanita dan laki-laki sama dalam hal menerima balasan akhirat, Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">“<em>Siapa saja yang mengerjakan amal-amal saleh, baik dia laki-laki maupun wanita sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaiya walau sedikit pun</em>.” (An Nisa’ : 124)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em>.:: Wallahu ‘Alam bish Showab ::.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Sumber : Ensiklopedi Wanita Muslimah, Haya Binti Mubarok Al-Barik, Darulfalah : 2004</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/26/wanita-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
