<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Hikmah &#187; ensiklopedi muslimah</title>
	<atom:link href="http://ceritahikmah.wa2n.web.id/category/ensiklopedi-muslimah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id</link>
	<description>Just another wa2n.web.id weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2008 10:43:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>sebab turunnya rizki&#8230;</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/11/sebab-turunnya-rizki/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/11/sebab-turunnya-rizki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 10:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[ensiklopedi muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[fii sabilillah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[infak]]></category>
		<category><![CDATA[istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[rejeki]]></category>
		<category><![CDATA[rizki]]></category>
		<category><![CDATA[sebab turunnya rizki]]></category>
		<category><![CDATA[silaturrahim]]></category>
		<category><![CDATA[takwa]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>
		<category><![CDATA[tawakal]]></category>
		<category><![CDATA[umroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, sehingga tak jarang banyak yang mengambil jalan pintas dengan segala cara. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, sehingga tak jarang banyak yang mengambil jalan pintas dengan segala cara. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggalkan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.</p>
<p>Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba- Nya sebab sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.</p>
<p>Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--></span><span id="more-59"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<strong>1. Takwa Kepada Allah</strong><br />
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;<em>Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan<br />
baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada<br />
disangka-sangkanya. &#8221; (At Thalaq 2-3</em>)</p>
<p>Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga yang datangnya dari arah yang tidak disangka-sangka.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Allah swt juga berfirman, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa,<br />
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,<br />
tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka<br />
disebabkan perbuatannya. &#8221; (QS. 7:96)<br />
</span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">2. Istighfar dan Taubat<br />
</span></strong><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Termasuk sebab yang mendatangkan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh as., artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Maka aku katakan kepada mereka:&#8221;Mohonlah ampun kepada Rabbmu,<br />
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun&#8221; niscaya Dia akan mengirimkan hujan<br />
kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan<br />
mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu<br />
sungai-sungai. &#8221; (QS. 71:10-12)</span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Ada</span><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Ada</span><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> lagi yang mengatakan, &#8220;Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!&#8221; Maka beliau menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Maka orang-orang pun bertanya, &#8220;Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar. &#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Beliau lalu menjawab, &#8220;Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)</p>
<p>Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">3. Tawakal Kepada Allah</span></strong><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
Allah swt berfirman, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. &#8221; (QS. 65:3)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Nabi saw telah bersabda, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.&#8221; (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)<br />
</span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Maka hakikat tawakal merupakan bentuk penyerahan diri atas seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<strong>4</strong>. <strong>Silaturrahim</strong><br />
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya:<br />
<em>&#8221; Dari Abu Hurairah ra berkata, &#8220;Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &#8220;Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim. &#8221; (HR Al Bukhari)</em><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Sabda Nabi saw, artinya:<br />
<em>&#8220;Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &#8221; Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.&#8221; (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.</p>
<p><strong>5. Infaq fi Sabilillah</strong><br />
Allah swt berfirman, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. &#8221; (QS. 34:39)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Ibnu Katsir berkata, &#8220;Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.&#8221;<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Juga firman Allah yang lain,artinya:</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.&#8221; (QS. 2:267-268)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda: </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">“Allah swt berfirman</span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">, &#8220;<em>Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.&#8221; (HR Muslim)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<strong>6. <span>Menyambung Haji dengan Umrah</span><br />
</strong>Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas&#8217;ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya:<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan<br />
menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat<br />
dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya<br />
kecuali surga.&#8221; (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"><br />
<strong>7. <span>Berbuat Baik kepada Orang Lemah</span><br />
</strong>Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena</span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> orang-orang lemah diantara kalian.&#8221; (HR. al-Bukhari) </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Dhu&#8217;afa&#8217; (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>8. <span>Serius di dalam Beribadah</span><br />
</strong>Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">&#8220;Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, artinya:<br />
&#8220;Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhl ah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu. &#8221;<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></em><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt;font-family: Verdana">Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu&#8217; hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.</p>
<p>Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat disampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin. Wallahu’alam…</p>
<p><em>.:: Sumber: Kutaib &#8220;Al Asbab al Jalibah lir Rizqi&#8221;, al-qism al-ilmi Darul Wathan ::.</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/11/sebab-turunnya-rizki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AQIDAH ISLAMIYAH</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/27/aqidah-islamiyah/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/27/aqidah-islamiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 09:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[ensiklopedi muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[asma' wa sifat]]></category>
		<category><![CDATA[iman kepada Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Rububiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Uluhiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Wikipedia.org, Aqidah berasal dari bahasa Arab, artinya ikatan, secara terminologis berarti kepercayaan. Aqidah merupakan dasar atau pondasi ikatan dalam hati kita tentang keimanan yang tertinggi kepada Allah swt.

IMAN KEPADA ALLAH

Rububiyah, artinya beriman      kepada Allah sebagai Rab (Pencipta, Penguasa, dan Pengatur segala      makhluknya).
Uluhiyah, artinya beriman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Menurut Wikipedia.org, <em>Aqidah</em> berasal dari bahasa Arab, artinya ikatan, secara terminologis berarti kepercayaan. <em>Aqidah</em> merupakan dasar atau pondasi ikatan dalam hati kita tentang keimanan yang tertinggi kepada Allah swt.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong>IMAN KEPADA ALLAH</strong></p>
<ol style="margin-top: 0cm" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em>Rububiyah</em></strong>, artinya beriman      kepada Allah sebagai Rab (Pencipta, Penguasa, dan Pengatur segala      makhluknya).</li>
<li class="MsoNormal"><strong><em>Uluhiyah</em></strong>, artinya beriman      kepada Allah sebagai Ilaah (Sembahan) Yang Satu, sedangkan seembahan      selain Allah adalah sesat.</li>
<li class="MsoNormal"><strong><em>Asma’ wa Sifat</em></strong>, artinya beriman      bahwa Allah memiliki nama-nama yang maha indah serta sifat-sifat yang maha      sempurna.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-11"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Dengan demikian, beriman kepada Allah tidak lepas dari keimanan kita pada keesaan Allah yang satu, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam satu kesatuan keimanan <em>Rububiyah</em>, <em>Uluhiyah</em>, dan <em>asma’ wa sifat</em>-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Firman Allah swt,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em>“(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Adakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah)?”</em> (Maryam : 65)</p>
<p><em>bersambung&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/27/aqidah-islamiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WANITA-WANITA</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/26/wanita-wanita/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/26/wanita-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 12:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[ensiklopedi muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[kedudukan wanita muslim]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[wanita muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya segala puji adalah bagi Allah yang hanya kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Sepatutnyalah kita senantiasa berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu dan dari keburukan amal-amal kita. Siapa saja yang memperoleh petunjuk Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan siapa saja yang tersesat dari jalan Allah, maka tidak seorang pun yang dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Sesungguhnya segala puji adalah bagi Allah yang hanya kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Sepatutnyalah kita senantiasa berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu dan dari keburukan amal-amal kita. Siapa saja yang memperoleh petunjuk Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan siapa saja yang tersesat dari jalan Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menunjukkannya kecuali hanya karena kehendak Allah ta’ala.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu adalah hamba serta utusan-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">‘<em>Wahai orang-orang yang beriman,<span> </span>bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaaan beragama Islam</em>.” (Ali imran: 102)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">WANITA DALAM PANDANGAN UMAT SEBELUM MUHAMMAD</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Bangsa-bangsa yang besar, diantaranya Yunani, Romawi, Cina, Hindi,  Persia, Yahudi, dan bangsa-bangsa besar lainnya menganggap rendah terhadap wanita. Di mata mereka, wanita sangat dilecehkan dan diejek. Bagi mereka, wanita sama rendahnya dengan barang dagangan, wanita boleh dirampas haknya, dan mereka menganggap kaum wanita sebagai kotoran. Begitulah nasib wanita pada masa itu, begitu sengsara dan memprihatinkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Anda dapat menemukan bukti-bukti sejarah di masa lalu bahwa di mata bangsa-bangsa besar yang mengklaim dirinya sebagai pelopor peradaban Barat menganggap bahwa wanita tak ubahnya kotoran, najis, seperti binatang. Mereka melecehkan dan memandang rendah kaum wanita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Lain halnya dengan keadaan wanita di dalam Islam. Seseorang yang hidup bergaul bersama kaum Muslimin dan mengenal Islam dengan benar, maka dia akan melihat bahwa wanita Muslim di tengah-tengah masyarakat Islam menempati kedudukan yang tinggi dan terhormat, kedudukan yang dapat menjaga martabat, kemanusiaan dan kesuciannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Islam datang untuk melepaskan wanita dari belenggu kenistaan dan perbudakan terhadap sesama manusia. Islam memandang wanita sebagai makhluk yang mulia dan terhormat sama seperti laki-laki. Di dalam Islam, haram hukumnya berbuat aniaya dan memperbudak wanita. Dan Allah akan mengancam orang yang beranii melakukan perbuatan itu dengan ancaman siksa yang sangat pedih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">“<em>Wahai manusia, sesunggunya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamuu saling mengenal.</em>” (Al. Hujurat : 13)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Islam menganggap wanita dan laki-laki sama dalam hal menerima balasan akhirat, Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">“<em>Siapa saja yang mengerjakan amal-amal saleh, baik dia laki-laki maupun wanita sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaiya walau sedikit pun</em>.” (An Nisa’ : 124)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em>.:: Wallahu ‘Alam bish Showab ::.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Sumber : Ensiklopedi Wanita Muslimah, Haya Binti Mubarok Al-Barik, Darulfalah : 2004</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/08/26/wanita-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
