<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Hikmah &#187; motivasi</title>
	<atom:link href="http://ceritahikmah.wa2n.web.id/category/cerita-hikmah/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id</link>
	<description>Just another wa2n.web.id weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2008 10:43:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>ambil resiko sekarang!!</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/ambil-resiko-sekarang/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/ambil-resiko-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 09:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[rusa]]></category>
		<category><![CDATA[singa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Setiap pagi, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada singa. Kalau tidak, ia akan dimakan singa.
Setiap pagi, seekor singa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada rusa. Kalau tidak, ia akan mati kelaparan.
Tidak menjadi soal apakah anda seekor singa ataukah seekor rusa. Begitu matahari terbit, sebaiknya anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap pagi, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada singa. Kalau tidak, ia akan dimakan singa.</p>
<p>Setiap pagi, seekor singa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada rusa. Kalau tidak, ia akan mati kelaparan.</p>
<p><span id="more-52"></span>Tidak menjadi soal apakah anda seekor singa ataukah seekor rusa. Begitu matahari terbit, sebaiknya anda berlari!</p>
<p>Jangan lewatkan waktu sedetik pun, cepatlah berlari menjemput impian anda!  Berusaha adalah mengambil resiko. Tapi resiko harus dihadapi karena bahaya terbesar dalam hidup ini adalah tidak mengambil resiko sama sekali.</p>
<p>Orang yang tidak berani menghadapi resiko, tidak akan melakukan apa-apa, tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Mereka mungkin saja menghindari penderitaan dan kesengsaraan. Tapi mereka tidak bisa belajar, merasakan, mengubah, tumbuh, mencintai atau hidup.</p>
<p>Dalam keadaan terikat oleh kepastian, mereka telah mengekang kebebasan mereka sendiri. Hanya orang yang berani mengambil resiko adalah orang yang bebas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/ambil-resiko-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kenapa harus berhenti sekarang?..</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/kenapa-harus-berhenti-sekarang/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/kenapa-harus-berhenti-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 08:40:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bill gates]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kentucky fried chicken]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Dua orang mahasiswa drop out memulai sebuah perusahaan software kecil-kecilan yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi besar. Kini Bill Gates dan Tim Allen merupakan sosok besar di dunia software dengan hanya ijazah SMA.

Seorang veteran perang berusia 65 tahun mempunyai gagasan menjual resep ayam goreng miliknya ke restoran-restoran. Banyak orang menertawakan dan menolak gagasannya. Berapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua orang mahasiswa drop out memulai sebuah perusahaan software kecil-kecilan yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi besar. Kini Bill Gates dan Tim Allen merupakan sosok besar di dunia software dengan hanya ijazah SMA.<br />
<span id="more-47"></span><br />
Seorang veteran perang berusia 65 tahun mempunyai gagasan menjual resep ayam goreng miliknya ke restoran-restoran. Banyak orang menertawakan dan menolak gagasannya. Berapa kali ia ditolak? 1.009 kali dalam 2 tahun!! Jika ia berhenti pada penolakan yang ke-1.000, mungkin kita tak akan mengenal nama Kolonel Sanders dan Kentucky Fried Chicken.</p>
<p>Memang sebenarnya tidak ada orang yang gagal. Bahkan Soichiro Honda berkata, &#8220;Apa yang orang lihat dari kesuksesan saya cuma 1%, tapi 99% yang tidak terlihat adalah kegagalan saya.&#8221; Yang ada hanyalah orang yang menyerah dan berhenti sebelum mencapai sukses.</p>
<p>Semoga sukses &amp; tetap semangat!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/09/kenapa-harus-berhenti-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>usaha kehidupan&#8230;</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/42/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/42/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 17:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[jangan menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[keledai]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke       dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang       harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan       sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna
menolong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText"><span style="color: #000080">Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke       dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang       harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan       sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna<br />
menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka       membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span id="more-42"></span><span style="color: #000080">Ketika si keledai       menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia       menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si       petani       melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.Walaupun punggungnya       terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan       sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah       yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani       terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan<br />
itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian       melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian       melarikan diri.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><em>Ibrah : &#8220;<span style="color: #000080"> Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala       macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari &#8220;sumur&#8221;       (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan       kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari       &#8220;sumur&#8221; dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="color: #000080"><em>Setiap masalah-masalah       kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari       &#8220;sumur&#8221; yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah       menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah       naik. Wallahu alam&#8221;</em><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/42/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dimulai dari sekarang&#8230;</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/dimulai-dari-sekarang/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/dimulai-dari-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 17:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[dimulai dari sekarang]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda merencanakan sesuatu, sesuatu yang akan merubah hidup anda di masa depan saat ini mungkin anda baru sedang berpikir, &#8220;kapan mulainya?, Mulai dari mana?&#8221;
Mungkin ada sesuatu yang selalu anda inginkan atau kerjakan? Sebuah hasrat untuk mengerjakan sesuatu yang anda cita-citakan. Kapan mulainya? Mengapa anda tidak coba mengerjakannya hari ini?

Hari ini adalah waktu yang paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda merencanakan sesuatu, sesuatu yang akan merubah hidup anda di masa depan saat ini mungkin anda baru sedang berpikir, &#8220;<em>kapan mulainya?, Mulai dari mana?</em>&#8221;</p>
<p>Mungkin ada sesuatu yang selalu anda inginkan atau kerjakan? Sebuah hasrat untuk mengerjakan sesuatu yang anda cita-citakan. Kapan mulainya? Mengapa anda tidak coba mengerjakannya hari ini?</p>
<p><span id="more-38"></span></p>
<p>Hari ini adalah waktu yang paling sempurna untuk memulainya. Dari semua hari yang tersisa di sepanjang hidup anda, tidak ada waktu yang lebih tepat daripada hari ini.</p>
<p>Mau mulai kalau persiapannya sudah sempurna? Waa… bakalan nggak mulai-mulai deh. Mulai saja dari apapun yang anda anggap tidak sempurna. Perbaiki satu demi satu sepanjang jalan dan apa yang anda inginkan akan terwujud. Sebuah masterpiece atau karya besar tidak tercipta dengan sekali jalan.</p>
<p>Memulai sesuatu itu sangat mudah. Semuanya ada di dalam jangkauan anda, termasuk hari ini. Jadi tunggu apalagi? Yang paling penting adalah mulai sekarang juga karena andalah pemilik hari ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/dimulai-dari-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>batu kecil&#8230;</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/batu-kecil/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/batu-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 17:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[karunia]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Seorang       pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.       Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya       yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya    [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt"><span style="color: #000080">Seorang       pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.       Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya       yang ada di bawahnya.<br />
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya       karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja,       sehingga usahanya sia-sia saja. </span> </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt"><span style="color: #000080">Oleh       karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba       melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja,       mengambil uang itu<br />
lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua       pun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil       batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai       kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas?       Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.</span></span></p>
<p><em>Hikmah : &#8221; Terkadang Allah ingin menguji kita dengan cobaan yang ringan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya, bisa jadi limpahan harta juga termasuk cobaan untuk kita. Seringkali Allah melimpahkan segala rahmat, nikmat, dan karunia yang sangat banyak kepada kita namun itu tidak cukup membuat kita menengadah kepada-Nya sehingga kita harus dilempar dengan &#8216;batu kecil&#8217; agar kita selalu tetap di jalan-Nya. Wallahu alam&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/batu-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pantulan kehidupan</title>
		<link>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/pantulan-kehidupan/</link>
		<comments>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/pantulan-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shella</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[berbuat baik]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[gema]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritahikmah.wa2n.web.id/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Seorang       bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya.       Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. &#8220;Aduhh!&#8221; jeritannya memecah
keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar       suara di kejauhan menirukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt"><span style="color: #000080">Seorang       bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya.       Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. &#8220;<em>Aduhh!&#8221;</em> jeritannya memecah<br />
keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar       suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, &#8220;<em>Aduhh!&#8221;.</em> Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, &#8220;<em>Hei! Siapa kau?&#8221;</em> Jawaban yang terdengar, &#8220;<em>Hei! Siapa kau?&#8221;</em> Lantaran kesal       mengetahui       suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, &#8220;<em>Pengecut kamu!&#8221;</em> </span></span></p>
<p><span id="more-29"></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt"><span style="color: #000080">Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan       serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, &#8220;<em>Apa       yang terjadi?&#8221;</em> Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, &#8220;<em>Anakku,       coba perhatikan.&#8221;</em> Lelaki itu berkata keras, &#8220;<em>Saya kagum       padamu!&#8221;</em> Suara di kejauhan menjawab, <em>Saya kagum padamu!&#8221;</em> Sekali lagi sang ayah berteriak &#8220;<em>Kamu sang juara</em>!&#8221; Suara       itu menjawab, &#8220;<em>Kamu sang juara!&#8221;</em> Sang bocah sangat       keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah       menjelaskan, &#8220;Suara itu adalah <em>gema</em>, tapi sesungguhnya itulah <em>kehidupan.&#8221;</em></span></span></p>
<p><em>Ibrah : &#8221; <span style="color: #000080">Kehidupan memberi umpan balik atas semua       ucapan dan tindakan kita. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas       tindakan kita. Bila kita ingin mendapatkan lebih banyak kebaikan di dunia       ini, maka berbuat baiklah kita kepada sesama. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kita berikan kepadanya, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah       bayangan diri kita sendiri.&#8221;<br />
</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritahikmah.wa2n.web.id/2008/09/08/pantulan-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
